Rabu, 06 Juni 2012

5 Tragedi Sepak Bola yang Tragis

1. Tragedi Heysel




Tragedi Heysel terjadi pada tanggal 29 mei 1985 di mana pada saat itu tengah terjadi pertandingan antara Liver dan Juventus di Piala Champion (saat ini Liga Champions). Peristiwa ini merupakan sejarah buram Persepak bolaan inggris pada tahun itu, karena saat itu klub-klub Inggris sedang jaya-jayanya. Karena peristiwa ini pula tim-tim dari Inggris dilarang bermain di tingkat internasional selama 5 tahun lamanya. Peristiwa ini bermula dari fans masing-masing klub yang saling mengejek dan melecehkan. Lalu tiba-tiba sekitar satu jam sebelum kick off kelompok hooligan Liverpool menerobos pembatas masuk ke wilayah tifosi Juventus.
 
 Tidak terjadi perlawanan karena yang berada di bagian tersebut bukanlah kelompok Ultras. Pendukung Juventus pun berusaha menjauh namun kemudian sebuah tragedi terjadi. Dinding pembatas di sektor tersebut roboh karena tidak kuasa menahan beban dari orang-orang yang terus beruhasa merangsek dan melompati pagar. Ratusan orang tertimpa dinding yang berjatuhan. Akibat peristiwa ini sebanyak 39 orang meninggal dunia dan 600 lebih lainnya luka-luka.
Meskipun terjadi peristiwa yang mengenaskan dengan jumlah korban yang begitu besar, panitia memutuskan untuk terus melanjutkan pertandingan. Kick off dilakukan setelah kapten kedua kesebelasan meminta penonton untuk tenang. Alasan lain adalah untuk meredam atmosfer kerusuhan yang mulai menyebar. Tifosi Ultras Juventus di bagian lain stadion sempat akan melakukan pembalasan. Mereka mencoba untuk bergerak ke arah pendukung Liverpool namun berhasil dicegah satuan keamanan.

 Dengan dimulainya pertandingan maka suasana bisa mulai dikendalikan. Pertandingan itu sendiri dimenangi Juventus dengan hasil akhir 1 - 0. Michel Platini mencetak gol semata wayang Juventus dari titik penalti setelah Michael Platini dilanggar oleh pemain Liverpool.


2. Kerusuhan Al-Masry melawan Al-Ahli ( Mesir )

 

Kerusuhan  terjadi usai pertandingan antara Al-Masry melawan Al-Ahli, yang mana berhasil dimenangi Al-Masry dengan skor 3-. Setelah pertandingan, para suporter Al-Ahly mulai menginvasi lapangan.

para saksi mata mengatakan bahwa dalam invasi yang dilakukannya, para suporter Al-Ahli membentangkan banner yang menghina Port Said.

Para suporter Al-Masry menanggapinya dengan ikut turun ke lapangan dan menyerang para pemain Al-Ahli dan juga ikut menyerang suporter Al-Ahli di tribun. beberapa di antaranya bahkan menyulut api di tribun.


 

Sumber yang sama juga menyebutkan bahwa kebanyakan korban meninggal dunia akibat tergencet orang-orang yang panik dan mereka yang terjatuh dari tribun. Sementara itu, pihak medis juga mengonfirmasi bahwa beberapa korban yang jatuh juga berasal dari pihak kepolisian.



Pihak keamanan kemudian mendatangkan helikopter untuk mengangkut para pemain tim Al-Ahli dan sebagian fans mereka untuk meninggalkan Port Said. Para suporter yang terluka juga dikirim ke rumah sakit militer.


3.  24 Mei 1964 Peru Vs Argentina Kualifikasi
 

Ini pertarungan panas antara Peru dan Argentina dalam kualifikasi olimpiade. Pertandingan digelar di Stadion National, Lima, ibu kota Peru.

Suporter menjadi emosi ketika wasit menganulir gol Peru, dua menit sebelum pertandingan usai. Apalagi, Peru dalam kondisi ketinggalan dan akhirnya kalah. Suporter pun mulai marah dan menyerbu lapangan. Lebih dari 300 orang tewas dan lebih dari 500 terluka.


4. Tragedi Luzhniki


 
 Kejadian ini terjadi saat perhelatan UEFA Cup antara Spartak Moscow dan
Haarlem pada 20 Oktober 1982. Tragedi ini sengaja ditutupi untuk kebaikan
masyarakat Uni Soviet pada waktu itu. Tiket pertandingan ini sebenarnya
hanya terjual sedikit, hanya tribun bagian Timur saja yang dipenuhi oleh
penonton, dan hanya satu gerbang keluar yang terbuka.
Beberapa menit sebelum pertandingan berakhir, Spartak Moscow masih
memimpin 1-0, dan beberapa penonton mulai terlihat meninggalkan lapangan,
tapi saat injury time, Spartak Moscow berhasil mencetak gol kedua (Sergei
Shyetsov, pencetak gol kedua, mengatakan “akan lebih baik kalo saya tidak
mencetak gol tersebut”) dan beberapa penonton yang sebelumnya akan
meninggalkan stadion kembali kedalam dan berhadapan dengan para
penonton yang ingin keluar, mengakibatkan kepanikan tersendiri yang
menyebabkan 66 orang tewas, walaupun banyak saksi yang mengatakan
jumlah sebenarnya adalah lebih dari 340 orang. Jika itu benar, maka kejadian
ini adalah tragedy terburuk sepanjang sejarah. Dan menurut beberapa saksi,
kepanikan saat itu menyebabkan tangga tribun yang licin ambruk sehingga
menimbulkan efek domino dan banyak penonton yang terhimpit dan terinjak-
injak.



5. Tragedi Hillsborough (liverpool vs nottingham forest 1989)


Tragedi Hillsborough adalah Perkelahian yang terjadi selama pertandingan semifinal Piala FA antara Liverpool dan Nottingham Forest sepak bola klub pada tanggal 15 April 1989 di Stadion Hillsborough di Sheffield, Inggris. perkelahian mengakibatkan kematian 95 orang pada hari dan 1 orang meninggal kemudian di rumah sakit, dengan total 766 orang lainnya terluka. Semuanya penggemar Liverpool Football Club.



 
Bencana Hillsborough tetap menjadi bencana stadion yang berhubungan paling mematikan dalam sejarah Inggris dan salah satu kecelakaan terburuk yang pernah sepakbola internasional .

Penyelidikan resmi terhadap bencana, Laporan Taylor, menyimpulkan bahwa "alasan utama untuk bencana itu kegagalan kontrol polisi." Temuan laporan tersebut mengakibatkan penghapusan teras berdiri di semua stadion sepak bola utama di Inggris , Wales dan Skotlandia.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pengikut