Senin, 06 Februari 2012

Sejarah Judi

Perjudian dan pelacuran sudah ada dari sejak jaman dulu dan ini dilakukan hampir oleh seluruh umat manusia, mulai dari orang-orang di Eskimo sampai dengan suku yang paling terpencil di Afrika. Ketika jaman Firaun pun sudah banyak orang memiliki hobby judi, begitu juga dengan Kaiser Nero maupun Caligula. Dalam cerita Mahabarata dapat diketahui bahwa Pandawa menjadi kehilangan kerajaan dan dibuang ke hutan selama 13 tahun karena kalah dalam permainan judi melawan Kurawa. Hal yang serupa terulang ketika Raja Olaf dari Swedia (1020 sM) memperebutkan daerah Hising dengan Raja Olaf dari Norwegia, perebutan daerah ini tidak dilakukan di medan perang melainkan dengan permainan dadu. Mungkin ini satu usulan yang baik, daripada perang dengan mengorbankan begitu banyak manusia maupun dana, seharusnya Bush dahulu itu adu main domino azah ama Sadam Husein atau Arafat dengan Sharon begitu. Kata “hazard” dlm bhs Inggris berarti risiko sebenarnya diserap dari bhs Arab “az-z?r” atau “al-z?r” yang berarti permainan dadu. Begitu juga dengan kata “Dicey” dlm bhs Inggris yang mempunyai arti bahaya atau risiko, inipun sebenarnya diserap dari kata “dice” = dadu . Kong Hu Cu atau Konfusius (551 – 479 SM) berusaha menyebarkan doktrinya dengan menciptakan permainan Mahyong. Ia itu adalah pencinta burung maka dari itulah nama permainan ini disebut Mahyong yang sebenarnya adalah nama burung. Dari sebab itulah pula dalam permainan Mahyong itu ada istilah-istilah seperti Pong, Chee and Kong, sebab Kong Hu Cu juga sering dipanggil dengan sebutan nama Kong Chee (Kongzi).

Pada abad ke-14, permainan kartu mulai memasuki Eropa, dibawa oleh para pedagang yang datang dari Tiongkok. Kartu pertama yang dibuat di Eropa berasal dari Italia yang terdiri dari 78 gambar hasil lukisan, maklum mesin cetak belum ada. Pada abad 15, Perancis mengurangi jumlah kartu menjadi 56 itulah sejarah dari kartu remi yang kita kenal sekarang ini. Kenapa kartu dengan angka satu disebut kartu As ? Ini timbul sejak terjadinya Revolusi Perancis dimana angka yang paling kecil (satu) dilambangkan sebagai rakyat kecil yang pada saat itu lebih berkuasa daripada Raja dan Ratu. Sedangkan kata As sendiri diserap dari bahasa Latin yang berarti koin yang paling rendah nilainya. Sedangkan undian lotere seperti yang kita kenal sekarang ini berasal dari Ratu Inggris, Elizabeth I (1533–1603). Ia mengeluarkan lotere untuk meningkatkan pendapatan negara agar dapat memperbaiki pelabuhan-pelabuhannya. Judi bisa dikelompokan menjadi empat macam jenis judi:

1. “Undian” lotere, loto, porkas, togel dan sebagainya dimana mereka hanya memilih nomor tertentu. Judi ini adalah judi masal dimana bisa diikuti oleh jutaan orang dimanapun juga mereka berada.
2. “Taruhan” untuk judi ini biasanya dikaitkan dengan analisa maupun pengetahuan dari sipenjudi; misalnya balapan kuda, anjing, sambung ayam, boksen maupun sepak bola
3. Judi antar sesama penjudi lainnya, seperti permainan domino, poker, dadu dll-nya
4. Judi antar manusia dan mesin, misalnya main Jackpot, Mikey Mouse, Dingdong, Pachinko maupun permainan komputer lainnya Jadi kalau kita membiacarakan masalah judi itu luas sekali dan bisa ditulis menjadi satu buku yang tebal oleh sebab itulah mang Ucup hanya mau membahas mengenai masalah soal Taruhan saja, sebab ilmu inilah yang akan diajarkan kepada Anda; bagaimana caranya sehingga bisa selalu menang kalau pasang Taruhan !

Sumber : http://farhatabbascenter.com/index.php?option=com_content&view=article&id=49:sejarah-judi&catid=39:artikel&Itemid=66

Artis yang menciptakan lagu terinspirasi dari judi...

Judi (judi), menjanjikan kemenangan
Judi (judi), menjanjikan kekayaan
Bohong (bohong), kalaupun kau menang
Itu awal dari kekalahan
Bohong (bohong), kalaupun kau kaya
Itu awal dari kemiskinan

Judi (judi), meracuni kehidupan
Judi (judi), meracuni keimanan
Pasti (pasti), karena perjudian
Orang malas dibuai harapan
Pasti (pasti), karena perjudian
Perdukunan ramai menyesatkan

Yang beriman bisa jadi murtad, apalagi yang awam
Yang menang bisa menjadi jahat, apalagi yang kalah
Yang kaya bisa jadi melarat, apalagi yang miskin
Yang senang bisa jadi sengsara, apalagi yang susah
Uang judi najis tiada berkah

Uang yang pas-pasan karuan buat makan (o, o)
Itu cara sehat ‘tuk bisa bertahan
Uang yang pas-pasan karuan ditabungkan (o, o)
Itu cara sehat ‘tuk jadi hartawan

Apa pun nama dan bentuk judi
Semuanya perbuatan keji
Apa pun nama dan bentuk judi
Jangan lakukan dan jauhi

Judi

1 komentar:

Pengikut